Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang sering muncul di Indonesia, terutama saat musim hujan. Meski disebabkan oleh nyamuk kecil, dampaknya bisa serius jika terlambat ditangani.
Melalui peringatan Hari Demam Berdarah Nasional (22 April 2026), kita diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
Nyamuk ini biasanya aktif menggigit pada pagi dan sore hari, serta berkembang biak di tempat yang terdapat genangan air bersih.
DBD terjadi ketika seseorang digigit nyamuk yang membawa virus dengue. Nyamuk tersebut berkembang biak di tempat-tempat seperti:
- Bak mandi yang jarang dikuras
- Ember atau wadah air terbuka
- Talang air tersumbat
- Kaleng, botol, atau ban bekas yang menampung air hujan
- Vas bunga atau tempat minum hewan yang jarang dibersihkan
Secara umum, infeksi dengue dapat dibagi menjadi:
- Demam Dengue (Classic Dengue Fever)
Jenis yang paling umum, ditandai dengan demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, serta badan lemas. Pada kondisi ini biasanya belum terjadi kebocoran plasma.
- Demam Berdarah Dengue (DBD / Dengue Hemorrhagic Fever - DHF)
Jenis yang lebih berat, dengan gejala seperti demam dengue biasa namun disertai penurunan trombosit, kebocoran plasma darah, dan risiko perdarahan seperti mimisan atau bintik merah di kulit.
- Sindrom Syok Dengue (Dengue Shock Syndrome - DSS)
Merupakan kondisi paling berat dan berbahaya. Terjadi kebocoran plasma berat yang menyebabkan syok, sesak napas, tekanan darah turun, hingga berisiko kematian bila tidak segera ditangani.
Waspadai tanda-tanda berikut:
- Demam tinggi mendadak 2-7 hari
- Sakit kepala hebat
- Nyeri belakang mata
- Nyeri otot dan sendi
- Mual atau muntah
- Bintik merah pada kulit
- Mimisan atau gusi berdarah
- Badan lemas
Jika demam turun tetapi kondisi makin lemas, segera periksa karena bisa masuk fase berbahaya.
Jika ada gejala DBD:
- Segera periksa ke fasilitas kesehatan
- Banyak minum cairan untuk mencegah dehidrasi
- Istirahat cukup
- Pantau suhu tubuh
- Minum obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan
Pada kasus berat, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.
Beberapa kebiasaan yang meningkatkan risiko DBD:
- Membiarkan genangan air di rumah
- Jarang menguras bak mandi
- Menumpuk barang bekas di halaman
- Menggantung pakaian terlalu lama di dalam rumah
- Tidak memakai pelindung dari gigitan nyamuk
Langkah paling efektif adalah PSN 3M Plus:
- Menguras tempat penampungan air
- Menutup wadah air rapat-rapat
- Mendaur ulang barang bekas yang menampung air
- Plus:
* Pakai lotion anti nyamuk
* Gunakan kelambu
* Tanam tanaman pengusir nyamuk
* Pastikan rumah terang dan bersih
Peringatan Hari Demam Berdarah Nasional menjadi pengingat bahwa mencegah lebih mudah daripada mengobati.
- Cek rumah setiap minggu
- Lakukan PSN rutin
- Segera periksa jika demam tinggi
Jika ada gejala DBD, segera datang ke Puskesmas Pasrepan.
Karena nyamuk kecil bisa berbahaya, tapi pencegahan besar manfaatnya!
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini