Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak merasakan gejala, tetapi penyakit ini bisa memicu komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.
Melalui peringatan Hari Hipertensi Sedunia setiap tanggal 17 Mei, kita diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan rutin memeriksa tekanan darah.
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas normal secara terus-menerus.
Secara umum, seseorang dikatakan hipertensi jika hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan: lebih dari 140/90 mmHg
Memahami angka tekanan darah penting untuk mengetahui apakah kondisi tubuh masih normal atau sudah mulai berisiko mengalami hipertensi.
Berikut kategorinya:
Tekanan Darah Normal
- Kurang dari 120/80 mmHg
Prehipertensi
- Sistolik 120-139 mmHg
- Diastolik 80-89 mmHg
Hipertensi Tingkat 1
- Sistolik 140-159 mmHg
- Diastolik 90-99 mmHg
Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan merusak pembuluh darah secara perlahan.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan:
- Stroke
- Serangan jantung
- Gagal ginjal
- Gangguan penglihatan
- Penyakit pembuluh darah
Karena sering tanpa gejala, banyak orang baru menyadari setelah muncul komplikasi.
Sebagian penderita tidak merasakan keluhan. Namun beberapa tanda yang bisa muncul antara lain:
- Sakit kepala
- Pusing
- Tengkuk terasa berat
- Jantung berdebar
- Mudah lelah
- Penglihatan kabur
Jika sering mengalami keluhan tersebut, sebaiknya lakukan pemeriksaan tekanan darah.
- Konsumsi makanan tinggi garam
- Kurang aktivitas fisik
- Merokok
- Konsumsi alkohol
- Kurang tidur dan stres berlebihan
- Berat badan berlebih
Langkah sederhana yang dapat dilakukan:
- Kurangi makanan asin dan instan
- Rutin olahraga minimal 30 menit
- Hindari rokok
- Perbanyak konsumsi air putih
- Istirahat cukup
- Rutin cek tekanan darah
Bagi penderita hipertensi, menjaga pola makan sangat penting untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi.
Salah satu langkah utama adalah membatasi konsumsi GGL (Gula, Garam, dan Lemak).
Gula: maksimal 4 sendok makan atau sekitar 50 gram per hari
Garam: maksimal 1 sendok teh atau sekitar 5 gram per hari
Lemak/minyak: maksimal 5 sendok makan per hari
- Sayur dan buah segar
- Ikan, tahu, tempe, dan protein rendah lemak
- Air putih yang cukup
- Makanan rebus, kukus, atau panggang
- Makanan tinggi serat
- Makanan terlalu asin
- Makanan instan dan kemasan
- Gorengan berlebihan
- Minuman manis
- Makanan tinggi santan dan lemak jenuh
Bagi penderita hipertensi:
- Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter
- Kontrol rutin ke fasilitas kesehatan
- Terapkan pola hidup sehat
- Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi
Dengan pengelolaan yang baik, penderita hipertensi tetap dapat menjalani hidup sehat dan aktif.
Anggapan bahwa obat hipertensi menyebabkan gagal ginjal adalah mitos dan kurang tepat. Faktanya, obat antihipertensi justru berfungsi membantu melindungi ginjal dengan menjaga tekanan darah tetap terkontrol.
Risiko terbesar justru berasal dari hipertensi yang tidak diobati atau tidak terkontrol, karena tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah ginjal secara perlahan dan meningkatkan risiko gagal ginjal. Karena itu, obat hipertensi diberikan untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Namun, pada kondisi tertentu:
Penggunaan obat yang tidak sesuai, tidak terkontrol, atau tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat memengaruhi fungsi ginjal, terutama bila:
- Diminum tidak sesuai dosis
- Dicampur obat tertentu tanpa konsultasi
- Pasien sudah memiliki penyakit ginjal sebelumnya
- Tidak rutin kontrol kesehatan
1. Obat hipertensi tidak selalu diminum seumur hidup
Pada beberapa orang, tekanan darah bisa lebih terkontrol dengan pola hidup sehat sehingga dosis obat dapat disesuaikan oleh dokter.
2. Minum obat harus rutin, meski tubuh terasa sehat
Hipertensi sering tidak menimbulkan gejala. Jangan menghentikan obat hanya karena merasa baik-baik saja.
3. Stop obat mendadak bisa berbahaya
Menghentikan obat tanpa arahan tenaga kesehatan dapat menyebabkan tekanan darah naik tiba-tiba.
4. Beberapa obat hipertensi membuat lebih sering buang air kecil
Ini normal pada jenis obat tertentu karena membantu mengurangi cairan berlebih dalam tubuh.
5. Pola makan tetap penting walau sudah minum obat
Obat hipertensi akan bekerja lebih optimal jika dibarengi dengan mengurangi garam, rutin olahraga, dan menjaga berat badan.
6. Waktu minum obat harus teratur
Minum obat pada jam yang sama setiap hari membantu tekanan darah tetap stabil.
Peringatan Hari Hipertensi Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga tekanan darah adalah investasi kesehatan jangka panjang.
Untuk pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, silakan datang ke Puskesmas Pasrepan
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini